Bersyukur, Pembangunan Perluasan TPU Telah Selesai

Selamatan warga Dusun Kedungwungu dan sekitarnya sebagai rasa syukur atas pembangunan perluasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Panunggalan di wilayah Dusun Kedungwungu dan sekitarnya selesai dan sukses.

Pembangunan perluasan TPU tersebut disebabkan TPU yang ada terbatas dan tidak lagi mampu menampung apabila suatu saat ada yang meninggal dunia dan akan dimakamkan di TPU ini. Luas Lokasi saat ini tidak lagi sebanding dengan jumlah penduduk di Dusun Kedungwungu dan sekitarnya yang semakin hari semakin bertambah. Sehingga setelah melalui Rapat Dusun pada Minggu, 21 Juni 2020 yang dipelopori oleh para tokoh dan sesepuh Dusun kedungwungu telah sepakat untuk  melakukan perluasan TPU dengan membeli tanah yang bersebelahan dengan TPU saat ini.

Pembelian tanah tersebut didanai dari menghimpun dana dari berbagai pihak dalam hal ini warga masyarakat sendiri serta para donatur. Selain itu, Pemerintah Desa Panunggalan juga mengucurkan dana PAD untuk membantu pembangunan perluasan makam tersebut.

Hadir pada selamatan ini, Kepala Desa Panunggalan Moch. Pujiyanto, Perangkat Desa serta Ketua RT/RW dn Tokoh Masyarakat. Kepala Desa Panunggalan memberikan apresiasi kepada Panitia dan masyarakat yang telah bergotong royong dan bahu membahu untuk pembangunan perluasan makam. Lebih lanjut Moch. Pujiyanto menyampaikan bahwa budaya gotong royong harus terus dilestarikan dan terus menjadi budaya masyarakat Desa Panunggalan.

“Alhamdulillah wasyukurillah, dengan guyup warga masyarakat bergotong royong, kami atas nama pemerintah terus mendukung  kegiatan-kegiatan yang manfaat dan membantu pembangunan desa,” pungkas Kades Moch. Pujiyanto kepada reporter KIM Yogaswara.

Keterangan PLT. Kadus Kedungwung, Kusdi  serta Ketua RW 06, Supardi kegiatan gotong-royong warga dilaksanakan dari lingkungan RT 1  hingga RT 8  berhasil membeli lahan untuk perluasan makam dan bahkan melebihi target anggaran. Lahan yang dibeli masyarakat tersebut tanah sawah dari warga Dusun Padangan Desa Panunggalan.

Publikasikan

Bimbingan Teknis Peran BUMDesa

Yogaswaara-(29/01/2020) Dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dan Desa, Pemerintah Desa dapat mendirikan Badan Usaha Milik Desa sesuai dengan kebutuhan dan potensi Desa. Pembentukan Badan Usaha Milik Desa ditetapkan dengan Peraturan Desa berpedoman pada peraturan perundang-undangan. Bentuk Badan Usaha Milik Desa sebagaimana dimaksud pada ayat ini, harus berbadan hukum.

Sesuai amanat UU Desa No 6/2014 setiap desa perlu membentukBUMDES, sebagai salah satu upaya untuk pemberdayaan masyarakat sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Desa. Selanjutnya Kementrian Desa, Transmigrasi dan Daerah Tertinggal telah menerbitkan Peraturan Menteri No4/2015 tentang BUMDES. Menyambut hal tersebut Pemerintah-Pemerintah Daerah seharusnya juga sudah menerbitkan Perda tentang Tata Cara Pembentukan dan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa. Namun demikian dari sekian banyak desa, belum banyak yang sudah mendirikan BUMDES. Bagi desa yang sudah mendirikan BUMDES pun banyak yang kondisinya kurang baik.

Untuk itu Pemerintah Desa di Wilayah Kecamatan Pulokulon bekerja sama dengan Lembaga Kajian dan Pengembangan SDM menyelenggarakan Bimbingan Teknis di Yogyakarta dari tanggal Selasa-Kamis, 28 s.d Januari 2020 bertempat di Hotel Grand Senyum.

Kegiatan dibuka oleh Camat Pulokulon Sudarmoyo,S.Sos, M.H diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia rakyat dilanjutkan penyampaian materi oleh Tenaga Ahli dari Dispermasdes Kabupaten Grobogan.

Kontributor : Syam

Publikasikan

Merawat Tradisi Sedekah Bumi, Dusun Padangan Desa Panunggalan

Kamis, 22 Juli 2019 Warga Dusun Padangan Desa Panunggalan Kecamatan Pulokukon Kabupaten Grobogan Jawa Tengah menggelar acara sedekah bumi. Tradisi digelar sebagai ungkapan rasa syukur warga atas melimpahnya hasil pertanian dan mudah dalam berbagai Usaha yang ada di lingkungan sekitar.

Di Hadiri Bapak Lurah Panunggalan Bapak Pujianto, Bapak Kadus Padangan , Bapak Kaur Padangan serta Perangkat-perangkat Desa Panunggalan, Sesepuh dan masyarakat padangan.

Bapak Kepala Desa Pujianto menyebut tradisi Sedekah bumi di Dusun Padangan adalah Salah satu tradisi tertua yang di gelar di Desa Panunggalan sebelum Dusun2 lain menyelenggarakan, dan merupakan adat masyarakat yang berlangsung turun-temurun dan digelar sekali dalam setahun.

Senin, 22 Juli 2019. Acara sedekah bumi di isi dengan Tradisi Islam yakni Khataman Binnadzor 30 Juz, Istighosah, Maulidurrosul SAW. di lanjutkan Pengajian Siraman Rohaniyyah dari KH.Ali Muttaqin dari Purwodadi.

di Dusun Padangan terdapat 2 CikalBakal atau di sebut sebagai Danyang yaitu Mbah Tunggon dan Mbah PrehKusuma, dan Sebagai bentuk syukur Alhamdulillah kegiatan tahun ini Dusun Padangan dapat menyembelih Hewan 2 Kerbau, dan dibagikan untuk Masyarakat sekitar sendiri

Kontributor : Amir

Editor           : Edy

Publikasikan

Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Semarang “Kepencut” belajar Kearsiapan di Desa Panunggalan

KIM Yogaswara (06/03/2019) – Kepincut perkembangan dan ketertiban kearsiapan Desa panunggalan. Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Semarang melaksanakan kunjungan kerja di Desa Panunggalan untuk Sharing dan diskusi tentang hal tersebut. Dinas Arsip dan Perpustakan mengajak sekitar 50 orang peserta Bimtek ke Desa Panunggalan.

Sejumlah peserta yang diajak untuk belajar Kearsipan, diantara Kasi Kearsiapan, Kasi Pengelolaan, Tim Teknis dan peserta Bimtek Perwakilan Desa se Kabupaten Semarang.

Dalam sambutannya terkait kunjungan Dinas Arsip dan Perpustakaan dan peserta Bimtek. Pj. Kepala Desa  Panunggalan Bapak Hartono menjelaskan, akan pentingnya Kearsipan dan Prestasi Desa Panunggalan.

” Arsip harus dikelola dengan baik supaya pelayanan juga baik, Alhamdulilah dengan begitu beberapa bulan yang lalu, Desa Panunggalan mendapatkan Juara 3 lomba kearsiapan tingkat Provinsi Tahun 2018″ cetusnya..

Dalam sambutannya dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Semarang yang diwakili Bapak Didik Siswanto mengagumi Desa Panunggalan.

“Baru kali ini kunjungan bimtek diterima semua perangkat, baru menjamu tamu sudah luar biasa apalagi isinya. Wajar saja kalau Desa Panunggalan dapat juara”. katanya.

Kontributor : Seto
Editor : Syam’s

Publikasikan

Malam Minggu KIM Yogaswara

Malam Minggu (23/02/2019) seluruh jajaran pengurus KIM Yogaswara Panunggalan menggelar pertemuan rutin yang dilaksanakan selama 2 bulan sekali. Untuk pertemuan kali ini terasa berbeda dimana pada kegiatan-kegiatan sebelumnya dilaksakan di rumah salah satu anggota, tetapi untuk kali ini pertemuan tersebut digelar di rumah Bapak Hartono selaku Pejabat Kepala Desa Panunggalan.

Dalam pertemuan rutin kali ini diagendakan pembahasan terkait evaluasi kinerja tahun 2018 dan pembahasan program kerja KIM Yogaswara Panununggalan pada Tahun 2019 mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Bapak Hartono selaku Pj. Kepala Desa Panunggalan berpesan kepada pengurus KIM Yogaswara agar terus eksis dan memberikan infromasi yang berbobot kepada masyarakat Desa Panunggalan khususnya dan masyarakat Kecamatan Pulokulon pada umunya, serta beliau berharap agar KIM bisa menjadi jembatan informasi antara Pemerintah Desa dengan Masyarkat. Syam’s

 

 

Publikasikan

Pesta Siaga Kwarran Pulokulon Tahun 2019

Gerakan Pramuka bertujuan untuk membentuk setiap pramuka memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum,disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, berkecakapan hidup, sehat jasmani dan rohani serta menjadi warga negara yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada NKRI serta menjadi masyarakat yang baik dan berguna, yang dapat membangun dirinya sendiri secara mandiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa dan negara, memiliki kepedulian terhadap sesama hidup dan alam lingkungan.

Pada Sabtu (23/02/2019) Kwartir Ranting Pulokulon mengadakan kegiatan Pesta Siaga Ranting 2019 di Halaman Balaidesa Panunggalan dan Halaman SD N 1 Panunggalan yang diikuti oleh adik-adik pramuka dari SD/MI Se Kecamatan Pulokulon.

Dalam kegiatan tersebut terbagi atas beberapa kegiatan diantara yaitu :

  1. Kegiatan Umum yang meliputi Kegiatan Upacara Pembukaan, Upacara Penutupan, dan Permainan Besar Siaga.
  2. Kegiataan Kegamaan dan Kepribadian yang meliputi Taman “Taqwa kepada Tuhan”, Taman “Toleransi Beragama”, Taman “Kerapian Berpakaian”, dan Taman “Tanda Pengenal Seragam Pramuka”.
  3. Kegiatan Ketangkasan dan Ketrampilan yang meliputi : Taman “Pengamatan dan Daya Ingat”, Taman “Scouting Skills”, Taman “Baris Berbaris”, dan Taman “Fun Ball”.
  4. Kegiatan Seni Budaya merupakan Taman “Pentas Seni Budaya”.
  5. Kegiatan Kepedulian Pramuka Siaga yang meliputi Taman “Bangga menjadi orang Jawa Tengah”, Taman “Bumbung Kemanusiaan”, dan Taman “Kebersihan Lingkungan”.

Adapun juara dalam kegiatan pesta siaga ini diraih oleh kontingen putra (1) SDN 1 Panunggalan, (2) SDN 4 Sembungharjo, dan (3) MI Miftahul Khoirot Sidorejo, sedang untuk kontingen putri dimenangkan oleh (1) SDN 4 sembungharjo, (2) SDN 3 Panunggalan, dan (3) SDN 1 Panunggalan.

Publikasikan