Sabtu (12/09/2020) sore, lapangan olah raga Desa Panunggalan tak lagi sepi. Festival & Exhibition Layang-Layang 2020 sukses memecah kesepian lapangan olah raga ini. Puluhan layang-layang menghiasi langit lapangan desa dengan berbagai bentuk dan keunikan yang dipamekan oleh para pemain.

Kaget, heran dan tak disangka, begitu perasaan panitia. Kenapa tidak? Semua diluar dugaan dan ekspektasi. Saat diprogramkan, panitia merasa paling hanyalah 10-20 pendaftar, namun ternyata mencapai hampir 100 peserta festival layang-lanyan ini. Tak ayal panitia atur ulang strategi kegiatan, Edy Purnomo selaku Ketua Panitia dengan sigap mengambil keputusan bahwa semua peserta menerbangkan layang-layang yang didaftarkan.

Sore itu seakan langit dipenuhi oleh layang-layang para peserta dengan berbagai bentuk dan keunikan. Panitia menilai dari kategori Kreatifitas yang terdiri dari Keunikan, Ukuran dan kemampuan terbang layang-layang.

Para penontonpun tak kalah heboh dan menggemaskan. Dengan teriakan dan sorak sorai untuk memacu semangat para peserta yang memamerkan penerbangan layang-layang. Disisi lain, para petugas dilapangan sibuk untuk mengatur para peserta dan penonton yang membludak bak semut kelaur dari sarangnya. Pemandu acara Apes panggilan akrab afifiudin terus berpesan agar tetap mematuhi protokol kesehatan, karena saat ini masih kondisi pandemi Covid-19.

Kegiatan sore itu berakhir pada pukul 17.00 WIB ditandai dengan turunnya layang-layang yang diterbangkan. Untuk hari berikutnya, Minggu 13 September dilanjutkan pentas adu layang-layang sebagai kategori Sangkutan pada festival dan Exhibition Layang-Layang 2020 di Desa Panunggalan.

Publikasikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *